Infoacehtimur.com | Aceh – Partai Aceh memulai konsolidasi besar dari basis sejarahnya. Dewan Pimpinan Pusat Partai Aceh resmi menyerahkan Surat Keputusan definitif kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah Partai Aceh Kabupaten Aceh Timur kepada Azhari M. Nur, atau yang akrab disapa Haji Maop, Senin 18 Mei 2026.
Penyerahan SK berdasarkan Surat Keputusan DPP Partai Aceh Nomor 383/KPTS-DPP/B/PA/V/2026 tentang Penetapan Struktur dan Susunan Kepengurusan DPW Partai Aceh Kabupaten Aceh Timur Periode 2026-2031.
Momentum ini dinilai jauh dari sekadar seremoni administratif. Banyak kalangan menyebutnya sebagai titik penting dalam perjalanan politik Partai Aceh di wilayah yang selama ini dikenal memiliki basis perjuangan dan loyalitas kader yang kuat.
Baca Juga: Komisi V DPR Aceh Haji Maop Desak Percepatan Pembangunan RS Regional Langsa
Baca Juga: HGU Aceh Timur di Ujung Tanduk: Tgk Iskandar Midsen Tuntut Kontribusi Nyata
Baca Juga: Pang Ucok: Santri Mampu Jadi Agen Perubahan dalam Pembangunan Aceh
Dengan mandat resmi di tangan, Haji Maop kini dipercaya memimpin roda organisasi Partai Aceh di Aceh Timur bersama jajaran pengurus baru. Tugas utama mereka adalah menghidupkan kembali semangat konsolidasi dan pembaruan politik hingga ke tingkat akar rumput.
Dalam susunan kepengurusan definitif, posisi Sekretaris dipercayakan kepada Tgk. Iskandar Midsen. Sementara jabatan Bendahara diemban oleh M. Yusuf atau Pang Ucok. Kombinasi ulama, tokoh masyarakat, dan kader akar rumput ini memberi sinyal kuat bahwa Partai Aceh ingin merapikan barisan dari bawah.
Penunjukan Haji Maop langsung menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Aceh Timur. Sosoknya dinilai memiliki kedekatan emosional dengan warga, aktif dalam berbagai kegiatan sosial, dan mampu merangkul seluruh elemen partai.
Halaman Selanjutanya

