Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Meski banjir besar telah berlalu sekitar delapan bulan, persoalan layanan air bersih masih menjadi keluhan bagi sebagian masyarakat di Kecamatan Julok dan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur.
Sejumlah warga mengaku hingga kini aliran air dari PDAM belum kembali normal. Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, bahkan sebagian warga harus membeli air dari jasa pengangkutan air bersih.
Keluhan tersebut datang dari sejumlah desa, di antaranya Asan Tanjong, Bagok Dua, Bagok Sa, Teupin Pukat, Kuala, Matang Seulemak hingga Matang Kunyet.
Baca Juga: Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan di Aceh Capai 649 Kasus pada 2025
Menurut warga, gangguan layanan sudah berlangsung cukup lama. Aliran air disebut sering tidak stabil, bahkan dalam beberapa kondisi hanya mengalir sebentar kemudian kembali macet berhari-hari.
“Kadang hidup dua hari, setelah itu bisa macet lagi sampai berhari-hari. Tekanan air juga kecil sehingga tidak sampai ke rumah. Sementara kebutuhan air tidak bisa ditunda,” ungkap salah seorang warga yang mengeluhkan kondisi tersebut.
Warga berharap pihak pengelola PDAM dapat segera mencari solusi permanen. Mereka menilai air bersih merupakan kebutuhan utama masyarakat yang harus mendapatkan perhatian serius.
“Kalau pembayaran terlambat ada aturan dan denda, tapi kami juga berharap pelayanan bisa berjalan maksimal. Masyarakat hanya ingin air kembali lancar,” tambah warga lainnya.
Sementara itu, Direktur PDAM Aceh Timur, Iskandar, saat dikonfirmasi investigasi.info tidak membantah adanya kendala tersebut. Ia menyebut pihaknya masih melakukan upaya perbaikan terhadap sejumlah gangguan teknis di lapangan.
“Memang ada kerusakan dan kendala pipa di lapangan. Penyaluran saat ini baru sekitar 50 persen, belum bisa 100 persen. Kami sedang berusaha semaksimal mungkin melakukan perbaikan,” jelasnya.
Meski demikian, masyarakat berharap proses pemulihan tidak berlarut-larut. Mereka meminta adanya langkah cepat dan informasi terbuka terkait perkembangan perbaikan jaringan air bersih.
Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat masih menunggu solusi agar pelayanan air PDAM kembali normal seperti sebelumnya. Ruang hak jawab tetap diberikan kepada pihak terkait sebagai bentuk keberimbangan informasi.
Sumber: https://www.investigasi.info/2026/07/delapan-bulan-pasca-banjir-warga.html

