
Infoacehtimur.com, Aceh Timur – Inilah Sosok Eks Jurnalis dan Mantan Aktivis baik dikenal secara kabupaten maupun tingkat provinsi di Aceh, ia tak lain yaitu Iskandar Usman Al-Farlaky yang kini resmi menjadi Bupati Aceh Timur terpilih setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menolak seluruh dalil gugatan dari pasangan calon Sulaiman Tole dan Abdul Hamid.
Iskandar lahir di Rantau Panjang, Aceh Timur, pada 3 November 1981. Ia menempuh pendidikan dasar di MIN Seuneubok Baro dan melanjutkan ke MTs Darul Ulum Aceh Timur. Iskandar kemudian menyelesaikan pendidikan di Madrasah Aliyah Ulumul Quran Kota Langsa, serta meraih gelar S1 di UIN Ar Raniry Banda Aceh dan S2 di Universitas Iskandar Muda Banda Aceh.
Baca Juga: Putusan MK Tentang Pilkada, Aceh Timur Lantik dan Kota Sabang Lanjut
Baca Juga: Sengketa Pilkada Selesai, Iskandar Usman Al-Farlaky-Zainal Resmi Jadi Bupati Aceh Timur
Sebelum menjadi Bupati, Iskandar berkarir sebagai jurnalis di Harian Serambi Indonesia dan ditempatkan di Kabupaten Aceh Timur, tanah kelahirannya. Pada tahun 2013, Iskandar mengundurkan diri dari jurnalis dan mulai aktif memimpin KNPI Aceh Timur.
Iskandar juga memiliki pengalaman sebagai anggota DPR Provinsi Aceh dari Partai Aceh. Pada Pemilu 2019, dia terpilih kembali, dan pada Pemilu 2024, dia juga berhasil meraih kursi untuk periode ketiga.
Namun, Iskandar memutuskan untuk mengundurkan diri dari anggota DPR Aceh dan mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Selama karier politiknya, Iskandar telah menduduki sejumlah posisi penting, termasuk Ketua Badan Legislasi DPR Aceh, Ketua Fraksi Partai Aceh, dan Ketua Komisi I DPR Aceh.
Iskandar mengaku, pengalaman sebagai jurnalis dan aktivis memberinya wawasan yang lebih dalam mengenai masalah masyarakat, sementara pengalaman 10 tahun di legislatif membuatnya memahami regulasi dan anggaran yang diharapkan dapat membawa perubahan di Aceh Timur.
Saat ini, Iskandar tinggal di Desa Blang Bitra, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur. Ia berjanji untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat, khususnya warga sekitar wilayah operasi.
“Kami berharap program-program yang kami jalankan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Kami juga berterima kasih atas dukungan seluruh pihak yang terus mendukung kami agar dapat beroperasi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat di Aceh Timur,” jelas Iskandar.