Close Menu
    info terkini

    Kebakaran Hutan dan Lahan Dominasi Catatan 50 Kejadian Bencana Aceh Selama Agustus 2026

    Facebook Instagram YouTube
    INFO ACEH TIMUR
    REDAKSI
    • Aceh
      • Info Utama
      • Aceh Tamiang
      • Aceh Utara
      • Kota Langsa
    • Aceh Timur
      • Breaking News
    • Nasional
      • Internasional
      • Beasiswa
      • Autotekno
    • Humaniora
      • Citizen
      • Opini
      • Sejarah
    • DPRK Aceh Timur
    • Info Loker
    • Indeks Berita
    INFO ACEH TIMUR
    Home > Kebakaran Hutan dan Lahan Dominasi Catatan 50 Kejadian Bencana Aceh Selama Agustus 2026
    Aceh

    Kebakaran Hutan dan Lahan Dominasi Catatan 50 Kejadian Bencana Aceh Selama Agustus 2026

    ridhaSeptember 1, 2026
    Share: WhatsApp Facebook Copy Link
    Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di aceh selama Agustus 2026. (dok.BPBD Aceh)
    Share
    WhatsApp Facebook Copy Link

    Infoacehtimur.com, Banda Aceh – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat sebanyak 50 kejadian bencana terjadi di wilayah Aceh sepanjang Agustus 2026. Berdasarkan rekapitulasi kejadian bencana yang dihimpun BPBA, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi jenis bencana yang paling dominan, disusul kebakaran permukiman/bangunan, angin puting beliung atau cuaca ekstrem, serta banjir.

    Dari total 50 kejadian tersebut, sebanyak 29 kejadian merupakan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), 13 kejadian kebakaran, 7 kejadian angin puting beliung/cuaca ekstrem, dan 1 kejadian banjir. Tingginya kejadian Karhutla sepanjang Agustus menjadi perhatian serius karena sebagian besar peristiwa tersebut terjadi ketika kondisi cuaca panas dan musim kemarau meningkatkan potensi lahan mudah terbakar serta mempercepat penyebaran api.

    Advertising
    Demo

    Kabupaten Aceh Besar menjadi wilayah dengan jumlah kejadian bencana terbanyak, yakni sebanyak 24 kejadian selama Agustus 2026. Selanjutnya Kabupaten Aceh Tengah mencatat 8 kejadian, Bener Meriah dan Kota Lhokseumawe masing-masing 3 kejadian, Aceh Barat dan Aceh Barat Daya masing-masing 2 kejadian, sedangkan sejumlah wilayah lainnya seperti Pidie Jaya, Sabang, Pidie, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Gayo Lues dan Aceh Selatan masing-masing mencatat satu kejadian.

    Khusus kejadian Karhutla, kebakaran tercatat terjadi di sejumlah wilayah Aceh, antara lain Aceh Besar, Aceh Tengah, Bener Meriah, Lhokseumawe, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Gayo Lues dan beberapa daerah lainnya. Berdasarkan rekapitulasi BPBA, total luasan kebun/hutan atau lahan yang terdampak kebakaran selama Agustus 2026 mencapai sekitar 110,8 hektare. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman Karhutla masih perlu mendapat perhatian bersama, terutama di wilayah yang memiliki lahan kering dan kawasan hutan yang rentan terbakar.

    Selain Karhutla, sejumlah kejadian kebakaran juga terjadi di berbagai kabupaten/kota. Beberapa kejadian mengakibatkan kerusakan bangunan dan rumah masyarakat. Salah satu kejadian yang cukup besar tercatat di Kabupaten Gayo Lues pada 26 Agustus 2026, ketika kebakaran melanda kawasan permukiman di Kecamatan Rikit Gaib. Rekapitulasi BPBA juga mencatat sejumlah kejadian kebakaran lainnya yang penyebabnya masih dalam penyelidikan maupun diduga berkaitan dengan faktor teknis seperti korsleting listrik dan kebocoran minyak.

    Pada Agustus 2026, bencana hidrometeorologi berupa angin puting beliung atau cuaca ekstrem juga terjadi di beberapa wilayah. Kejadian tersebut antara lain tercatat di Kabupaten Aceh Besar dan Kota Lhokseumawe. Dampaknya berupa kerusakan rumah warga serta pohon tumbang. Sementara itu, satu kejadian banjir tercatat terjadi di Kabupaten Aceh Barat Daya akibat hujan dengan intensitas tinggi, yang berdampak pada sejumlah kecamatan dan gampong serta menyebabkan warga terdampak dan rumah terendam.

    Secara keseluruhan, rekapitulasi BPBA mencatat 142 kepala keluarga dan 141 jiwa terdampak dari berbagai kejadian bencana selama Agustus 2026. Dampak kerusakan yang tercatat meliputi 120 unit rumah rusak berat, 5 unit rumah rusak sedang, 11 unit rumah rusak ringan, serta 115 unit rumah terendam. Tidak terdapat laporan korban meninggal dunia maupun korban hilang dalam rekapitulasi kejadian bencana bulan Agustus 2026.

    Total taksiran kerugian material akibat berbagai kejadian bencana selama Agustus 2026 diperkirakan mencapai sekitar Rp42,46 miliar. Besarnya nilai kerugian tersebut menunjukkan bahwa bencana tidak hanya berdampak terhadap keselamatan masyarakat, tetapi juga berpengaruh terhadap kondisi sosial, ekonomi, permukiman, lahan, dan aset masyarakat.

    Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti, ST., MT., mengatakan bahwa tingginya kejadian Karhutla selama Agustus menjadi perhatian BPBA bersama BPBD kabupaten/kota dan unsur terkait. Menurutnya, pencegahan harus menjadi langkah utama karena sebagian besar kebakaran lahan dapat berkembang dengan cepat apabila tidak segera ditangani.

    “Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Jangan melakukan pembakaran sampah atau membuka lahan dengan cara membakar, karena pada kondisi cuaca panas dan kering api dapat dengan cepat meluas dan sulit dikendalikan. Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,” ujar Bahron Bakti.

    Ia menambahkan, BPBA terus memperkuat koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota, pemadam kebakaran, pemerintah daerah, TNI/Polri, aparat gampong, relawan kebencanaan dan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Respons cepat dan deteksi dini dinilai sangat penting untuk mencegah kejadian berkembang menjadi bencana yang lebih besar serta menekan jumlah korban dan kerugian.

    “Penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah memiliki peran dalam kesiapsiagaan dan respons, namun partisipasi masyarakat juga sangat menentukan. Kami mengajak masyarakat untuk segera melaporkan setiap potensi bencana dan mengikuti imbauan petugas di lapangan,” katanya.

    Memasuki September 2026, BPBA mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi, terutama Karhutla, kebakaran permukiman, angin kencang dan banjir. Masyarakat diminta menjaga lingkungan, tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, serta segera menghubungi petugas apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.

    BPBA juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi kebencanaan di seluruh Aceh sebagai bagian dari upaya penguatan mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat dan koordinasi penanganan bencana di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

    BPBD Aceh Timur
    Demo
    Media Sosial Kami
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • Channel WA
    • Twitter
    • Instagram
    Demo
    Demo

    Kebakaran Hutan dan Lahan Dominasi Catatan 50 Kejadian Bencana Aceh Selama Agustus 2026

    ridhaSeptember 1, 2026

    Infoacehtimur.com, Banda Aceh – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat sebanyak 50 kejadian bencana terjadi…

    Paripurna I Masa Sidang III: Rancangan Qanun Pertanggungjawaban APBK 2025 Resmi Diserahkan

    September 1, 2026

    PERANG BINTANG VOLI! Voli Aceh Timur vs Lhokseumawe, Rabu di ISC Idi

    September 1, 2026
    Demo
    INFO ACEH TIMUR

    Portal Berita Aceh Timur dan Dunia

    Facebook Instagram YouTube WhatsApp
    terkini

    Kebakaran Hutan dan Lahan Dominasi Catatan 50 Kejadian Bencana Aceh Selama Agustus 2026

    September 1, 2026
    terpopuler

    Selain Peureulak Raya, Wacana Kabupaten Gayo Lokop Mengemuka di Medsos

    August 28, 2026
    • Beranda
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    Copyright © 2018 - 2026 PT. Info Aceh Utama.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.