Infoacehtimur.com, Julok – Perdana di Aceh Timur, pemilihan calon Ketua Dewan Pimpinan Kecamatan – Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPK-APDESI) Julok, berlangsung secara demokratis dan penuh khidmat di Aula Kantor Kecamatan Julok di Kuta Binjee, Rabu (8/4/2026).
Plt. Ketua APDESI Kabupaten Aceh Timur Syamsuar, SE, dalam sambutannya mengapresiasi panitia pelaksana bersama pihak kecamatan yang telah menyukseskan Musyawarah Kecamatan (Muscam) DPK-APDESI Julok, bahkan tahapannya diawali dengan pembentukan panitia, pendaftaran calon, penetapan calon dan penyampaian visi dan misi hingga pemilihan yang diikutu 36 dari 37 kepala desa se-Kecamatan Julok.
“Ini perdana kami menghadiri pemilihan calon ketua DPK-APDESI secara demokrasi, bahkan panitia menyiapkan kertas suara yang mencantumkan nama, nomor urut dan gambar calon. Sehingga pemilih mudah mencoblos pilihannya. Semoga apa yang dilakukan Julok dapat ditiru oleh APDESI lain di Aceh Timur,” kata Samsuar.
Kandidat Calon Ketua APDESI yang yang berkompetisi masing-masing Keuchik Lhok Seuntang Darwin Nomor Urut 1 dan Keuchik Blang Uyok Zulkarnaini Nomor Urut 2.
Hasil pemilihan, Darwin berhasil meraih 21 suara, sedangkan Zulkarnaini mengumpulkan 15 suara.
Ketua DPK APDESI Julok, Darwin, berterimakasih atas dukungan APDESI Kabupaten Aceh Timur dan Camat Julok, sehingga proses pemilihan berjalan lancar dan aman. “Alhamdulillah, kami apresiasi para keuchik yang telah memberikan kepercayaan ke kami untuk memimpin DPK APDESI Julok. Bermodal kebersamaan dan kekompakan, insya Allah ke depan kita semakin maju dan berkembang,” ucap Darwinm

Sementara Camat Julok, Tgk H Muhammad Ishak, S.Pd.I, M.A, dalam kesempatan itu meminta seluruh para Keuchik untuk mengaktifkan kantor keuchik di desa, sehingga pelayanan masyarakat akan berjalan di desa. “Desa memiliki kantor harus aktif. Perangkat desa harus masuk kantor dan menertibkan administrasi,” kata Cek Mad, sapaan H.Muhammad Ishak.
Baca Juga: Siapa Camat Julok Sekarang, Simak Profilnya
Alumni Dayah Darussa’adah Cabang Idi Cut ini juga meminta para Keuchik memfungsikan seluruh aparatur desa dan, baik kaur, kasi dan kadus. Ini penting, sehingga berbagai kebutuhan data cepat tersaji dan terpenuhi, seperti data korban banjir dan data kerusakan pasca bencana alam yang terjadi 26 November lalu. (***).