Close Menu
    info terkini

    Anggaran MBG Dipangkas dari Rp 335 Triliun

    Facebook Instagram YouTube
    INFO ACEH TIMUR
    REDAKSI
    • Aceh
      • Info Utama
      • Aceh Tamiang
      • Aceh Utara
      • Kota Langsa
    • Aceh Timur
      • Breaking News
    • Nasional
      • Internasional
      • Beasiswa
      • Autotekno
    • Humaniora
      • Citizen
      • Opini
      • Sejarah
    • DPRK Aceh Timur
    • Info Loker
    • Indeks Berita
    INFO ACEH TIMUR
    Home > Sempat Ribut dan Saling Dorong, Pelantikan DPW PA Aceh Timur Akhirnya Damai
    Info Utama

    Sempat Ribut dan Saling Dorong, Pelantikan DPW PA Aceh Timur Akhirnya Damai

    zakariaJune 26, 2026
    Share: WhatsApp Facebook Copy Link
    Share
    WhatsApp Facebook Copy Link

    Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh Kabupaten Aceh Timur masa bakti 2026–2031 yang berlangsung di Hotel The Royal, Idi Rayeuk, Kamis (25/6/2026), sempat diwarnai ketegangan. Sejumlah kader dan Panglima Sagoe menghadang rombongan Sekretaris Jenderal DPP Partai Aceh, Aiyub Abbas atau Abuwa, karena mempersoalkan mekanisme penetapan kepengurusan yang dinilai tidak melalui Musyawarah Wilayah (Muswil).

    Insiden terjadi ketika Abuwa bersama Fungsionaris DPP Partai Aceh, Darwis Jeunieb, tiba di lokasi pelantikan. Aksi saling dorong antara massa yang menyampaikan aspirasi dan pihak yang hendak memasuki area acara sempat membuat keduanya tertahan di luar hotel.

    Advertising
    Demo

    Situasi kemudian berangsur kondusif setelah aparat kepolisian turun tangan mengamankan jalur masuk dan memfasilitasi dialog antara pengurus DPP dengan para kader.

    Baca Juga: PA Aceh Timur Kukuhkan Kepengurusan Baru, Haji Maop Pimpin Lima Tahun ke Depan

    Baca Juga: Nyaris Ricuh! Tak Bertahan Lama Bendera Bulan Bintang Berkibar di Aceh Timur

    Penolakan disampaikan terhadap penunjukan H. Azhari M. Nur atau Haji Maop sebagai Ketua DPW Partai Aceh Aceh Timur, Tgk. Iskandar Midsen sebagai Sekretaris, serta M. Yusuf atau Pang Ucok sebagai Bendahara. Para kader menilai proses tersebut belum melibatkan Musyawarah Wilayah dan belum mendapat persetujuan seluruh unsur Sagoe.

    “Kami semua adalah kader Partai Aceh. Tidak ada niat mengganggu acara. Kami hanya ingin mempertanyakan dasar hukum pelantikan ini. Untuk apa ada AD/ART partai jika tidak dijalankan? Kalau hanya sistem penunjukan, berarti suara kami di daerah ini tidak lagi memiliki arti,” ujar Muhammad Fadhil, kader Partai Aceh dari Simpang Ulim, saat berdialog dengan Abuwa dan Haji Maop.

    Menanggapi aspirasi tersebut, Haji Maop meminta seluruh kader menghormati keputusan Ketua Umum Partai Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, sekaligus memberi kesempatan kepada kepengurusan baru untuk bekerja.

    “Kita semua berada dalam satu perjuangan. Jangan halangi hak politik saya. Beri saya kesempatan terlebih dahulu. Jika nantinya ada kekurangan atau kesalahan, silakan dievaluasi. Saya siap menerima evaluasi,” kata Haji Maop.

    Sementara itu, Darwis Jeunieb yang bertindak sebagai penengah menegaskan bahwa penunjukan kepengurusan merupakan keputusan Ketua Umum Partai Aceh.

    “Kalau sesama kita terus seperti ini, ke depan partai akan sulit berkembang. Mari kita beri kesempatan. Ini adalah keputusan pimpinan kita. Haji Maop juga merupakan kader Partai Aceh, tidak ada salahnya kita mendukung dan mengawal bersama,” ujarnya.

    Hanya Tiga Pimpinan yang Dilantik

    Setelah melalui dialog yang berlangsung cukup panjang, kedua belah pihak akhirnya mencapai kesepakatan. Pelantikan pada hari itu hanya dilakukan terhadap tiga pucuk pimpinan DPW Partai Aceh Aceh Timur, yakni Ketua, Sekretaris, dan Bendahara.

    Sementara itu, penyusunan struktur kepengurusan lainnya disepakati untuk kembali dimusyawarahkan agar dapat mengakomodasi aspirasi berbagai unsur di tingkat Sagoe.

    Dengan kesepakatan tersebut, Haji Maop resmi dilantik sebagai Ketua DPW Partai Aceh Aceh Timur, didampingi Tgk. Iskandar Midsen sebagai Sekretaris dan M. Yusuf (Pang Ucok) sebagai Bendahara.

    Usai pelantikan, situasi kembali berjalan aman dan kondusif. Massa yang sebelumnya menyampaikan aspirasi membubarkan diri dengan tertib.

    Peristiwa ini menjadi catatan awal bagi kepengurusan baru DPW Partai Aceh Aceh Timur. Tantangan terbesar yang menanti adalah memperkuat konsolidasi internal serta membangun komunikasi yang lebih baik dengan seluruh kader dan Panglima Sagoe demi menjaga soliditas partai ke depan. 

    Aceh Timur Berita Aceh Timur DPP PA DPW PA Aceh Timur Kantor DPW Partai Aceh Partai aceh Partai Lokal Aceh Pelantikan Ketua PA Aceh Timur ricuh
    Demo
    Media Sosial Kami
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • Channel WA
    • Twitter
    • Instagram
    Demo
    Demo

    Anggaran MBG Dipangkas dari Rp 335 Triliun

    zakariaJune 26, 2026

    Pemerintah ingin efisiensi MBG tidak hanya memperkuat disiplin fiskal 2026, tetapi juga memperbaiki kualitas tata…

    Sempat Ribut dan Saling Dorong, Pelantikan DPW PA Aceh Timur Akhirnya Damai

    June 26, 2026

    Camat Julok Ramaikan Zikir, Selawat dan Doa Peringatan Asyura di Masjid Al-Qubra

    June 26, 2026
    INFO ACEH TIMUR

    Portal Berita Aceh Timur dan Dunia

    Facebook Instagram YouTube WhatsApp
    terkini

    Anggaran MBG Dipangkas dari Rp 335 Triliun

    June 26, 2026
    terpopuler

    Kecelakaan di Medang Ara Bagok, Aceh Timur Meninggal 1 Orang, Kondisi Motor Rusak Parah

    June 21, 2026
    • Beranda
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    Copyright © 2018 - 2026 PT. Info Aceh Utama.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.