Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Warga Dusun Lapangan Heli dan Sarah Gala, Desa Semanah Jaya, Kabupaten Aceh Timur, menolak tegas pemasangan pamflet oleh pihak ketiga di area lahan sengketa PT Atakana pada Rabu sore, 8 April 2026, kemarin.
Pamflet tersebut memuat klaim adanya kontrak pengelolaan lahan oleh pihak yang mengatasnamakan Koperasi Garang Aceh Mulia dengan area kontrak atas nama KPA Sagoe 227 di AFD 3/5.
Tokoh masyarakat, Amir Hamzah alias Aneuk Syuhada, menegaskan bahwa warga tidak pernah memberikan persetujuan kepada pihak mana pun untuk mengelola lahan tersebut.
Baca Juga: Pelaku Pembakaran Kendaraan di PT Atakana Teridentifikasi, Polisi Lakukan Pengejaran
Baca Juga: Tuntas di Pengadilan, PT Atakana Kini Jalankan Operasi Tanpa Sengketa di Aceh Timur
“Kami selaku masyarakat Semanah Jaya, Dusun Lapangan Heli, dan Sarah Gala, tidak menerima areal PT Atakana ini dikontrak kepada siapa pun. Tanah itu hak kami. Siapa yang memberi izin kepada mereka untuk mengelola aset yang sedang dalam sengketa, kami ingin tahu,” ujarnya.
Warga menilai pemasangan pamflet tersebut tidak memiliki dasar yang sah karena status lahan hingga kini masih dalam proses sengketa dan belum mencapai penyelesaian akhir. Mereka meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk tidak mengeluarkan izin apa pun kepada pihak mana pun selama sengketa belum selesai.
“Pemerintah tidak boleh bermain dalam perkara ini. Jangan memberikan izin kepada pihak mana pun sebelum sengketa selesai. Tidak ada penguasaan atas nama apa pun di aset sengketa,” tegas Aneuk Syuhada.


