Infoacehtimur.com | Aceh Utara – Belum tuntas luka banjir November 2025, korban kembali kehilangan atap. Puluhan rumah hunian sementara atau huntara di Gampong Rumoh Rayeuk dan Leubok Muku, Kecamatan Langkahan, porak-poranda diterjang angin kencang, Selasa 2/6/2026 sore.
Angin disertai hujan deras merobohkan bangunan darurat yang jadi tempat tinggal sementara warga terdampak banjir Aceh Utara 26 November 2025 lalu. Akibatnya, mereka terpaksa mengungsi lagi ke huntara lain.
Berdasarkan data di lapangan, puluhan bangunan huntara rusak parah dan dinyatakan roboh total, tidak layak huni lagi. Di Gampong Rumoh Rayeuk saja, 1 kompleks berisi sekitar 5 unit rumah ambruk rata dengan tanah.
“Para penghuni terpaksa diungsikan ke huntara lainnya,” kata Furqan, warga setempat, saat dikonfirmasi Selasa 2/6/2026. Ia menyebut robohnya huntara murni karena angin kencang yang datang tiba-tiba sore itu.
Baca Juga: Aceh Timur Kejar Percepatan Pembangunan Huntara
Baca Juga: Bupati Aceh Timur Laporkan Masalah Huntara ke Mendagri, Tito Karnavian: “Ancam Sedikit”
Ironisnya, penghuni huntara ini adalah korban banjir 7 bulan lalu. Baru mulai beradaptasi di hunian sementara, kini mereka harus mengulang trauma mengungsi. Nasib bantuan BSSE Tahap II Rp28,6 M yang diserahkan ke korban banjir pun jadi sorotan, apakah cukup untuk bangun kembali.
Hingga berita ini diturunkan, BPBD Aceh Utara masih menangani lokasi kejadian. Petugas fokus mengevakuasi warga dan mendata kerusakan untuk langkah lanjutan.
Bencana susul-menyusul ini jadi pengingat: korban banjir butuh hunian tetap yang lebih kuat, bukan cuma darurat. Kalau angin kencang saja sudah merobohkan, bagaimana kalau hujan besar datang lagi?
Sumber: Kabarsatu.info

