Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si mengajak seluruh elemen masyarakat bersinergi membangun daerah. Ajakan itu disampaikannya saat menghadiri Khanduri Laot sekaligus santunan anak yatim di Gampong Blang Geulumpang Kuala Idi, Kecamatan Idi Rayeuk, Minggu (31/05/2026).
Kehadiran Bupati disambut hangat warga, tokoh adat, dan nelayan. Ia juga didampingi pengurus Majelis Adat Aceh MAA Kabupaten Aceh Timur.
Dalam diskusi bersama tokoh masyarakat dan tokoh adat, Al-Farlaky menekankan pentingnya menjaga eksistensi adat laot. Menurutnya, adat laot bukan seremoni tahunan, tapi warisan budaya yang berisi nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur.
Baca Juga: Panglima Laot Idi PAWANG KI Pamit Dari Masa Tugas. Berikut Pesan dan Harapan Diakhir Jabatannya
Baca Juga: Penggelembungan Suara di Pidie, Abu Laot: Hukum Itu Tidak Melihat Keturunan
“Adat merupakan kekuatan sosial yang telah lama menjadi perekat kehidupan masyarakat Aceh. Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendukung upaya pelestarian adat dan budaya yang hidup di tengah masyarakat,” kata Al-Farlaky.
Bupati menegaskan pembangunan Aceh Timur tidak boleh hanya fokus pada fisik. Penguatan nilai sosial dan budaya sama pentingnya karena itu jati diri masyarakat.
Al-Farlaky menyebut lembaga adat termasuk Panglima Laot punya peran strategis. Mereka menjaga harmonisasi kehidupan pesisir, mengatur tata kelola laut secara arif, dan membantu melestarikan sumber daya perikanan.
“Dalam membangun Aceh Timur, kita membutuhkan sinergi semua pihak. Tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah harus berjalan beriringan agar pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.
Ia mengapresiasi kekompakan warga Blang Geulumpang Kuala Idi yang konsisten menjaga Khanduri Laot sebagai wujud syukur kepada Allah SWT sekaligus ajang silaturahmi.
“Kita ingin Aceh Timur maju tidak hanya dari sisi infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga kuat dalam menjaga adat, budaya, dan nilai-nilai kebersamaan yang telah diwariskan oleh para leluhur,” tutup Bupati Al-Farlaky.
Khanduri Laot adalah tradisi syukuran nelayan pesisir Aceh setelah melaut. Warga berkumpul berdoa bersama, memohon keselamatan dan rezeki melimpah, lalu berbagi makanan. Tradisi ini jadi simbol solidaritas dan kearifan lokal masyarakat pesisir.


